Jamaah Haji Gowa Mulai Tiba Besok Dini Hari, Kemenhaj Imbau Hindari Penampilan Berlebihan
REWAKOFM – Sebanyak 385 jamaah haji asal Kabupaten Gowa yang tergabung dalam Kloter 5 dijadwalkan tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada Kamis (4/6/2026) pukul 02.55 WITA setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci selama kurang lebih 40 hari.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, H. Alim Bahri, mengatakan seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan siap kembali ke tanah air.
“Alhamdulillah, sampai sore ini kondisi jamaah kita baik-baik saja dan sehat-sehat saja. Bahkan mereka masih terus meningkatkan ibadah selama berada di Tanah Suci,” ujar Alim Bahri saat ditemui di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tidak lepas dari koordinasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Gowa, Kementerian Agama, TNI-Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika.
Alim menjelaskan, seluruh tahapan penyelenggaraan haji dilakukan secara bertahap dan dievaluasi secara berkala sehingga berbagai persoalan dapat ditangani dengan cepat.
“Setiap tahapan yang kami lakukan selalu dievaluasi. Bahkan ketika ada jamaah yang wafat di Tanah Suci, kami langsung menemui keluarga yang ditinggalkan sebagai bentuk perhatian dan pendampingan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan jumlah jamaah haji asal Gowa yang meninggal dunia di Tanah Suci tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari upaya memastikan calon jamaah dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan.
Menjelang kepulangan jamaah, pihaknya turut mengimbau agar para jamaah tidak menunjukkan sikap berlebihan dalam berpenampilan setelah kembali dari ibadah haji.
“Kami mengingatkan jamaah untuk tidak menggunakan pakaian yang terlalu mencolok atau berlebihan. Hindari sikap flexing dan kemewahan yang berlebihan karena nilai utama dari ibadah haji adalah kesederhanaan dan upaya meraih haji yang mabrur,” ujarnya.
Alim berharap seluruh jamaah yang kembali ke Kabupaten Gowa dapat mempertahankan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama berada di Tanah Suci serta menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Kami berharap jamaah bisa tetap menjaga kesederhanaan dan membawa perubahan positif setelah kembali dari Tanah Suci,” tutupnya.
