25 Tahun Jadi Honorer Pemkab Gowa, Hawatiah Langsung Pensiun Usai Terima SK PPPK
1 min read

25 Tahun Jadi Honorer Pemkab Gowa, Hawatiah Langsung Pensiun Usai Terima SK PPPK

Dari jumlah tersebut, 1.005 orang merupakan guru, 829 tenaga kesehatan, dan 2.090 tenaga teknis yang selama ini mengabdi di berbagai instansi lingkup Pemkab Gowa.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyebut pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini sebagai langkah awal Pemkab Gowa di tahun 2026, setelah menutup tahun 2025 dengan mutasi pejabat eselon II.

“Di akhir tahun 2025 kita tutup dengan mutasi eselon II dan di awal tahun 2026 ini kita mulai dengan melantik PPPK Paruh Waktu yang selama ini telah bekerja dan mengabdi di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa. Ini adalah hadiah tahun baru dari pemerintah kepada seluruh PPPK,” ujar Talenrang dalam sambutannya.

Ia menegaskan, roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak akan berjalan maksimal tanpa kolaborasi seluruh pegawai dan aparatur sipil negara (ASN).

“Kami bangga kepada kalian semua. Pemerintah tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa kolaborasi seluruh pegawai dan ASN lingkup Pemkab Gowa,” tegasnya.

Kisah Hawatiah
Namun, di balik sorak-sorai ribuan penerima SK, terselip kisah mengharukan dari seorang PPPK perempuan bernama Hawatiah (58). Setelah 25 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, ia akhirnya menerima SK PPPK, namun di saat yang bersamaan dirinya juga langsung memasuki masa pensiun.

Aturan batas usia membuat SK yang ditunggu sejak tahun 2000 itu justru menjadi penanda akhir pengabdiannya. Hawatiah pun tak sempat menikmati gajinya sebagai PPPK Paruh Waktu.

“Saya bersyukur, tapi sedih juga. Sudah menunggu lebih dari 25 tahun, SK-nya saya terima hari ini, tapi langsung pensiun. Tidak sempat merasakan gaji sebagai PPPK,” ucapnya lirih.

Selama puluhan tahun, Hawatiah bertugas sebagai penyuluh keluarga berencana, berkeliling dari rumah ke rumah memberikan edukasi kepada masyarakat dengan penghasilan yang minim. Namun, keterbatasan itu tak pernah menyurutkan pengabdiannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *